Menikah Untuk Bahagia - Indra & Nunik Noveldy
 
Picture
Menikah Untuk Bahagia - Best Seller
Alhamdulillah, buku Menikah Bahagia resmi menjadi BEST SELLER. Cetakan ke-3 sekarang sudah siap beredar. Dan saat ini sedang persiapan untuk cetakan ke-4. 

Kami senang buku ini bagus penjualannya. Namun kami jauh lebih senang jika teman-teman setelah membaca buku ini dan kemudian mempraktekkannya, bisa membawa perubahan dalam kehidupan pernikahan teman-teman semua. Ke arah yang lebih baik tentunya.

Saat menulis buku ini, kami sangat mengharapkan bisa memberi impact yang cukup signifikan kepada semua yang membacanya. Bukan hanya sekedar menjadi buku yang cukup sekali dibaca, namun bisa menjadi teman pendamping, teman seperjalanan buat teman-teman semua.

Semoga lewat buku ini kami bisa memberi kontribusi kepada peningkatan kualitas kehidupan pernikahan teman-teman semua.

Aamiin...

 

Makjleb

14/03/2013

0 Comments

 
Picture
Berikut kisah dari mas Heru, @herube setelah membeli dan membaca MUB bersama istrinya...

Semoga bermanfaat :)
-----------

Saya membeli buku ini pekan lalu di Togamas. Siang saya beli, baca kilasan awal bab sudah bikin penasaran, lalu saya putuskan untuk membaca lebih lengkap malamnya di rumah.

Sampai di rumah, saya ceritakan ke istri kalo saya baru beli buku baru. Langsunglah buku itu dilahapnya. Saya seneng banget melihat itu. Tapi apa yang terjadi sesaat kemudian, Saudara-saudara???

Entah kenapa istri saya jadi murung, lalu uring-uringan dan cenderung marah. Terlihat sekali perubahan sebelum menyentuh buku dan sesudahnya. Asal tahu saja, pas saya datang, istri saya lagi seneng-seneng main dengan dua anak kami... What a book???

Ternyata-oh-ternyata, buku ini memang #makjleb banget. Para pasangan nikah seolah-olah ditelanjangi semua pola pikir dan perilakunya. Ngga terima digituin, marah pada buku dan penulisnya jadi reaksi DOC (direction of cure) yang memualkan. Untuk beberapa saat.

So, bagi kamu yang ngga siap dengan reaksi DOC, lebih baik tidak usah baca buku ini. Capek.

Kecuali yang serius ingin didiagnosa, dan ingin sembuh... Selamat ber#makjleb-makjleb. Sekian

*masihMual

 
 
Picture
Saya senaaaang banget dapat mention seperti ini. Karena memang seperti inilah cara membaca MUB yang benar. 

Proses membangun kehidupan pernikahan yang diimpikan, dimana tidak mungkin terjadi dalam waktu yang singkat. Buku MUB diharapkan bisa jadi teman pendamping, teman seperjalanan. Bisa menjadi peta, sehingga mengurangi kemungkinan 'tersesat'.

Saat anda sudah selesai membaca MUB, yuk segera acion, segera praktekkan. Dan dijamin, saat praktek anda akan akan mengalami kendala, bahkan mungkin 'kejedug'. Tidak mudah untuk melakukan sesuatu yang baru. Apalagi kalau selama ini mindset yang kita miliki mungkin belum tepat.

Setelah anda praktek kemudian anda membaca lagi MUB, ada kemungkinan isi MUB 'berubah' lho... Tidak percaya? Coba saja praktekkan :)

Teruslah berjuang... teruslah berproses. Suatu saat, anda akan memiliki mindset yang baru, habit yang baru dan pada akhirnya insya Allah anda akan memiliki kualitas kehidupan pernikahan yang anda inginkan.

Action! 



 
 
Picture
Menikah Untuk Bahagia
Apakah buku MUB bisa membantu mereka yang sedang diambang perceraian? Semoga gambar di sebelah bisa mewakili pertanyaan dan jawabannya sekaligus.

Saat sedang menghadapi masalah yang berat dalam kehidupan pernikahan, dan saat sedang merasa sebagai pihak yang disakiti, sebagai pihak yang dikhianati, kita cenderung sulit untuk bisa melihat dengan obyektif. Apalagi menerima nasihat.

Keinginan untuk menyalahkan pasangan terasa sangat kuat. Dan semoga anda tidak perlu mengalami dan harus mengatakan hal seperti yang ada di gambar sebelah ini.

Penyesalan selalu datang belakangan. Dan yang lebih menyesakkan lagi, kalau setelah itu kita baru tersadar bahwa sebenarnya banyak hal yang belum kita lakukan. Banyak hal yang sebenarnya bisa dihindari. 

Punya teman, kerabat yang sedang bermasalah dalam pernikahannya? Sulit untuk memberikan nasihat ke mereka? Yuk berikan buku MUB kepada mereka. Siapa tahu saat itu hatinya terbuka. Siapa tahu tindakan kecil anda bisa menyelamatkan kehidupan pernikahan mereka.

Siapa tahu...

 
 
Picture
Pernah mendapat pertanyaan, sindiran atau malah cemoohan saat sedang berusaha mencari  atau saat sedang membaca MUB? Sepertinya gambar di samping ini cukup mewakili hal tersebut.

Dan saya sangat senang dengan cara mbak @kidi merespon pertanyaan tersebut. Simple dan lugas. Apakah harus menunggu tidak bahagia dulu baru terpikir untuk belajar? Apakah harus menunggu 'kejeduk' masalah yang berat dulu baru mau belajar?

Banyak teman bahkan mungkin saudara kita sendiri yang mungkin belum memahami konsep lebih baik mencegah dari pada mengobati. Apalagi dalam kehidupan pernikahan. Masih banyak yang berpikiran bagaimana nanti saja, gak usah terlalu idealis, orang lain menikah juga gak ribed-ribed amat koq...

Bagi anda yang kebetulan sudah membaca MUB, mungkin hanya bisa tersenyum mendengar pernyataan mereka tersebut. Malah mungkin ada yang mengurut dada :). Apakah kita harus ngotot meyakinkan mereka? Rasanya tidak perlu yaa... Selama mereka belum membuka hati, sulit buat mereka untuk menerima input.

Kehidupan pernikahan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Termasuk buat anda yang belum menikah saat ini. Hak anda untuk mempersiapkan diri. Pilihan mereka untuk tidak mempersiapkan diri. Hak kita untuk membekali diri dalam kehidupan pernikahan kita. Pilihan mereka untuk menjalani kehidupan pernikahan tanpa ilmu.

Jadi, rasanya gak perlu takut menjadi orang yang 'berbeda' yaaa... Selama dalam pengertian yang positif. 
Selamat membaca... selamat mempraktekkan...

 
 
Hadinatadecoco30@yahoo.com:

Assalamualaikum pak Noveldy & Bunda , beberapa hari lalu sepupu saya menikah pak , saya kado buku #MUB , dan barusan telpon sambil nangis sesengguk an saking seneng nya karena ada beberapa point yang katanya terjadi di dirinya , buku nya bikin gemes hehehe, dan suami nya juga ikut seneng karena juga ada beberapa point yang mau di omongin ke istri nya tapi takut meyinggung perasaan nya hehehe , saya juga lega dan plong karena pilihan yang tepat kasih kado buku #MUB . Terima kasih Pak Noveldy & Bunda *Salim :)


Picture
Tindakan kecil yang anda lakukan bisa membuat perbedaan besar di kehidupan orang lain. Tindakan kecil yang anda lakukan bisa menyelamatkan sebuah pernikahan bahkan mungkin sebuah kehidupan.

Sebuah tindakan yang mungkin anda sendiri tidak menyadari impact nya kepada orang lain. Hanya 'sekedar' memberi kado/hadiah buku MUB kepada orang yang anda kasihi, orang yang anda peduli. 

Email di atas mewakili beberapa email, mention dan bbm yang senada tentang bagaimana buku MUB bisa membawa perubahan kepada kehidupan seseorang.

Jika anda sudah membaca MUB dan merasakan manfaatnya... Yuuuk ajak orang lain untuk juga ikut merasakan manfaatnya. Pinjamkan bukunya atau belikan sebagai hadiah kepada mereka. Anda tidak pernah tahu, mungkin tindakan 'kecil' anda tadi bisa membawa perubahan yang luar biasa bagi yang menerimanya.

Yah, kita tidak pernah tahu... Siap untuk berbagi? Siap untuk memberi? :)

 
 
Saya terharu sekali membaca testimoni dari teman-teman yang sudah membaca buku Menikah Untuk Bahagia. Dari testimoni tersebut, ada satu yang ingin saya bagikan di sini. Testimoni ini bukan hanya menceritakan manfaat yang didapat dari setelah membaca MUB, tapi juga menyampaikan action apa yang diambil.

Ini testimoninya...
Saya senang sekali melihat mas Tegoeh berani langsung action. Berani mengakui kesalahannya. Dan berani meminta maaf kepada istri. Inilah sebenarnya maksud dan tujuan dari penulisan buku MUB. Mengajak para pembaca untuk bisa melakukan introspeksi diri dan berani untuk mengakuinya. Serta mau melepaskan ego.

Saya berharap akan ada ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu lagi pasangan yang mau dan berani melakukan hal seperti yang mas Tegoeh lakukan. Mudah-mudahan dalam waktu beberapa bulan ke depan saya sudah bisa mendapat 'kabar bahagia' dari anda yang sudah membaca MUB? Maksudnya?

Kalau anda sudah membaca MUB, kemudian praktek dan membawa kehidupan pernikahan anda menjadi lebih baik dan sudah mulai terlihat perubahannya secara signifikan dan konsisten... Saya tunggu sharing anda via email ke: testimoninoveldy@gmail.com.

Siapa tahu kisah anda akan masuk dalam buku berikutnya...
Siapa tahu kisah anda bisa menjadi inspirasi buat jutaan orang di luar sana...
Siapa tahu kisah anda bisa menyelamatkan pernikahan orang lain...
Siapa tahu kisah anda bisa menyelamatkan generasi penerus...
Siapa tahu ini akan menjadi amal jariyah anda, amal ilmu anda yang tidak akan terputus kelak...
Siapa tahu... :)
 
 
Picture
Menikah Untuk Bahagia
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah.... Hanya dalam waktu sekitar 2 minggu sejak buku Menikah Untuk Bahagia resmi didistribusikan ke toko buku di seluruh Indonesia, saat ini sudah dalam proses untuk cetak ulang. Cetakan ke -2.

Sungguh luar biasa sambutan teman-teman semua atas terbitnya buku ini. Kami sampai terharu sekali melihat bagaimana usaha teman-teman berjibaku untuk bisa membeli MUB. Ada yang sampai harus bolak-balik ke toko buku karena bukunya belum masuk, ada yang sampai ngotot bertanya ke pramuniaga di toko buku, bahkan ada yang sampai memaksa staff toko buku untuk mengambil stock buku yang masih ada di gudang, karena belum sempat di display :D

Dan suasana kekeluargaan, saling membantu menginformasikan tentang keberadaan stock buku MUB terasa sangat kuat. Yang kebetulan sudah 'sukses' hunting MUB, sering sharing di twitter menginfokan kepada teman-teman lainnya di toko buku mana stocknya masih ada. Alhamdulillah... Tanpa disadari, ada 'ikatan' di antara sesama (calon) pembaca.

Nampaknya beberapa toko buku juga sudah mulai menyadari serbuan teman-teman semua. Dari yang hanya di display di bagian psikologi sampai akhirnya MUB dipajang di lokasi khusus :). Bahkan di beberapa toko buku sudah dipajang di bagian best seller, dipajang di belakang kasir.

Saya sendiri mengalami hal tersebut. Di hari-hari awal MUB terbit, butuh waktu untuk staff toko mencari lokasi MUB. Seminggu kemudian saat saya kembali datang, saya yang kebingungan karena di komputer toko buku stocknya masih ada namun saya muter-muter cari di rak psikologi tidak ketemu. Begitu saya tanya ke staff, di mana buku MUB, secara otomatis tangannya langsung menunjuk ke sebuah dinding. Rupanya MUB sudah dipajang tersendiri. Dan mungkin karena keseringan ditanya, mereka sudah hapal lokasinya :)

Di toko yang lain saya malah kaget waktu bertanya ke staff toko, karena saya langsung digiring ke bagian best seller, diplay di belakang kasir. Alhamdulillah MUB ternyata sudah masuk TOP TEN penjualan di toko. 

Usut punya usut, ternyata cukup banyak teman-teman yang membeli MUB tidak hanya satu, tapi juga membeli untuk diberikan sebagai kado atau hadiah untuk keluarga, rekan dan sahabat. Upaya yang mulia, berbagi manfaat, menebar ilmu.

Semoga MUB bisa terus memberi manfaat. Teman-teman ada sharing menarik tentang MUB? Ditunggu yaa :)